Rabu, 12 Februari 2014

7 Prinsip Penting Kesuksesan Aburizal Bakrie


Prinsip tersebut adalah:
Prinsip 1. Jangan pernah menyerah. Semua orang pasti mengalami kesulitan, problems. Tapi mereka yang sukses adalah mereka yang tidak pernah menyerah menghadapi setiap persoalan. Fainna ma al yusri yusron, wa inna ma al yusri yusron: dibalik setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar.
Prinsip 2. Jangan pernah berhenti belajar, never stop learning. Wisuda bukanlah suatu akhir, tetapi justru sebuah awal dari proses panjang untuk belajar terus-menerus. Kunci kemajuan sebuah bangsa adalah ilmu pengetahuan, dan ia tidak mengenal usia karena ia berkembang terus menerus.
Prinsip 3. Jangan berada dalam gelap, jangan bawa dirimu dalam kegelapan. Do not bring yourself into the darkness. Kegelapan bisa berarti macam-macam: narkoba, kegagalan yang terus berlanjut, kemalasan, pesimisme, ketidakdisiplinan, dsb. Carilah jalan yang terang, terangilah sekelilingmu. Sebab dalam kegelapan, bahkan bayanganmu pun akan meninggalkanmu.
Prinsip 4. Be the best dimanapun Anda berada, jadilah yang terbaik, berikan yang terbaik, usahakan yang terbaik. Jangan pilih-pilih: kalau jadi guru, guru yang terbaik, kalau jadi insinyur, insinyur yang terbaik. Kalau jadi manajer, manajer yang terbaik, and so on.
Prinsip 5. Entrepreneurship. Yang menentukan bagi sukses seorang entrepreneur adalah kemauan, tekad, kesungguhan, dan kreatifitas, bukan besarnya modal, warisan atau pemberian orang. Modal besar gampang habis di tangan seseorang yang tidak kreatif dan tidak bersungguh-sungguh. Sebaliknya, sekecil apapun modal di tangan, ia akan menjadi besar dengan usaha yang sungguh-sungguh, pantang menyerah dan penuh kreatifitas dan kemampuan inovatif.
Prinsip 6. Networking. Bangunlah jaringan perkawanan seluas-luasnya, sejak awal di usia muda. We never know what future we will have. Tapi bersiaplah, bergaullah seluas-luasnya, buka kesempatan dengan mengenal semakin banyak orang di kalangan yang beragam.
Prinsip 7. Meyakini bantuan Allah akan datang manakala kita mau berusaha.
Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.
1. Untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di bangku kuliah saja.
Bangku kuliah hanya mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah berhasil. Orang itu tidak harus S3 untuk menjadi pengusaha. Bisa jadi hanya S1 seperti saya, bahkan ada yang tidak memiliki ijasah. - See more at: http://kisahsukses.info/tips-rahasia-sukses-abu-rizal-bakrie-dalam-membangun-kerajaan-bisnis.html#sthash.RTQyV6uf.dpuf

Senin, 10 Februari 2014

Proses Pembuatab Kaos Oblong

 Tahapan

1. Cutting (pemotongan) berpola.
Pastikan pola sudah kita tetapkan, baik model/style maupun size aka ukuran yang kita kehendaki. Bisa menggunakan gunting. Dalam hal ini apabila kaos itu diproduksi massal tentunya cutting menggunakan gunting sangatlah tidak efektif ! Selain hasil cutting ga presisi juga dikawatirken tangan kita bisa koyak alias lecet. Teknologi sekarang memungkinkan proses ini menggunakan cutter machine alhasil efisiensi waktu dan cost produksi bisa diminimalisir.


 2.  Screen printing (sablon)
 Tahap ini sering disebut menyablon. Transfer design dengan cat menggunakan screen. Tentunya screen tersebut sudah tercetak film/klise design




3.Embroidery (bordir)
Sebenarnya setelah bakal kaos itu tersablon dengan sukses., bisa langsung kita jahit. Akan tetapi untuk kaos yang segmented aka branded (seperti yang banyak kita jumpai di beberapa factory outlet, mall dsb) akan melewati tahapan ini..yakni proses embroidery alias bordir.










4. ADDED ACCESSORIES
Tentunya kita pernah menjumpai kaos yang ada embel embel pin.,button atau semacamnya  proses menambahkan accessoris. Ditilik dari namanya.,langkah ini bermuara ke estetika bertujuan sebagai pelengkap saja


 5.  SEWING (menjahit)
 Dalam tahap ini dituntut ketelitian serta kemahiran kita. Feeling dan skill musti klik ama property kerja. Menjahit.,mengobras.,menge-cam (overdeck)…melibatkan banyak mesin mesin pendukung..agar hasil yang diinginkan terwujud rapi dan maksimal







6. Quality Control (QC) aka penyortiran.
Tahap berikut.,setelah kaos terjahit…masuklah kita ke proses penyortiran. Memilih dan memilah kualitas kaos.,agar terhindar dari cacat produksi. Butuh quality control yang jeli dalam menyaring hasil-hasil proses sablon.,bordir dan jahit. Ini penting ! Hanya kaos yang memenuhi standar mutu bagus yg layak lolos seleksi.






7. Menggosok aka menyeterika




8. CODING (barcode)
 Yakni penempatan barcode… Tentunya kita akrab sekali.,manakala membeli something di market modern sang kasir dengan pede abis mengangkat “pistol”. Dan….Tiiiiiiit (sensor)….jeng…jeng…terteralah nominal rupiah di layar kasir. Yaaak….itu scanner aka pemindai..special buat mengidentifikasi barcode.






9. Packaging (pengemasan)
Nah..sampailah kita pada proses terakhir dari rentetan proses produksi kaos. Dimulai dari pengemasan perkaos.,hingga kemasan dalan suatu artikel. Biasanya dalam satu artikel itu terdiri dari beberapa warna dan seri kaos… Nah setelah packaging sudah terselesaikan..barulah kita distribusikan ke customer aka klien.





Sabtu, 08 Februari 2014

Organisasi yang Bakrie pernah ikuti

  • 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
  • 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
  • 2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  • 1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
  • 1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
  • 1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
  • 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
  • 1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
  • 1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
  • 1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
  • 1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
  • 1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
  • 1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
  • 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
  • 1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
  • 1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
  • 1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
  • 1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
  • 1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
  • 1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
  • 1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Desain (Logo) Baju




Jumat, 07 Februari 2014

Keluarga Bakrie

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut
Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:

Bisnis 1


 Bisnis Pakaian

Bisnis yang ingin saya jalani saat ini adalah bisnis pakaian distro atau sablon , kenapa saya ingin memilih bisnis ini karena menurut saya ini adalah passion saya. dan ini adalah beberapa gambar kaos2 distro atau sablon







Profil Bakrie

 

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 67 tahun) adalah pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).
Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).

Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.
Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010[