PT. Bakrie Pipe Industries merupakan salah satu unit perusahaan dari PT. Bakrie & Brothers, Tbk.
Merupakan salah satu produsen produsen pipa baja terkemuka di
Indonesia. Memproduksi pipa baja ukuran 1/2 inch hingga 24 untuk
berbagai keperluan seperti: pipa air, minyak, gas, maupun kostruksi
berstandar Nasional (SNI) maupun Internasional (API, ASTM).
Perusahaan ini memiliki anak perusahaan yang memproduksi pipa baja
hingga ukuran 48 inch, yang berlokasi di provinsi Lampung, bernama PT. South East Asia Pipe Industries atau disingkat SEAPI.
Senin, 24 Februari 2014
Sabtu, 22 Februari 2014
Kelompok Usaha Bakrie Genap 70 Tahun
Aburizal Bakrie memimpin
tabur bunga keluarga besar ke makam keluarga dan pendiri Kelompok Usaha
Bakrie di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta, Jumat 10 Februari
2012. Tabur bunga diselingi pembacaan puisi dan kisah teladan almarhum
H. Achmad Bakrie oleh sastrawan dan budayawan Taufik Ismail.
Tabur bunga ini dilakukan di makam para pendiri Kelompok Usaha Bakrie, yakni, ayahanda Aburizal, Achmad Bakrie; dua sahabat Achmad Bakrie yaitu Rizal Irwan dan Hamizar Hamid; serta saudara Achmad Bakrie, Amrin Yamin.
Di acara yang mengambil tema "70 Tahun Bakrie untuk Negeri" itu hadir anggota keluarga besar Bakrie lainnya. Mereka antara lain Roosmania Odi Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie, dan Indra Usmansyah Bakrie. Sejumlah pimpinan perusahaan dan karyawan Bakrie Group juga terlihat hadir.
Dalam puisinya, Taufik mengisahkan perjuangan dan keuletan pemuda Achmad Bakrie dalam berusaha. "Beliau berusaha tanpa bantuan pemerintah meski kenal dekat dengan Menteri Ekonomi saat itu, Soemitro Djojohadikusumo. Dalam berusaha disemangati oleh Al Qur'an."
Tabur bunga ini dilakukan di makam para pendiri Kelompok Usaha Bakrie, yakni, ayahanda Aburizal, Achmad Bakrie; dua sahabat Achmad Bakrie yaitu Rizal Irwan dan Hamizar Hamid; serta saudara Achmad Bakrie, Amrin Yamin.
Di acara yang mengambil tema "70 Tahun Bakrie untuk Negeri" itu hadir anggota keluarga besar Bakrie lainnya. Mereka antara lain Roosmania Odi Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie, dan Indra Usmansyah Bakrie. Sejumlah pimpinan perusahaan dan karyawan Bakrie Group juga terlihat hadir.
Dalam puisinya, Taufik mengisahkan perjuangan dan keuletan pemuda Achmad Bakrie dalam berusaha. "Beliau berusaha tanpa bantuan pemerintah meski kenal dekat dengan Menteri Ekonomi saat itu, Soemitro Djojohadikusumo. Dalam berusaha disemangati oleh Al Qur'an."
Doa, tahlil dan pembacaan ayat suci Al Qur'an juga dikumandangkan dalam acara ziarah ini.
70 Tahun Kelompok Usaha Bakrie
Achmad Bakrie lahir pada tahun 1916. Beberapa tahun setelah menginjak dewasa, Achmad muda bersama kakak kandungnya, Abuyamin, mendirikan Firma Bakrie & Brothers General Merchant and Commision Agent pada 10 Februari 1942 di Teluk Bitung. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan atau perdagangan umum dan keagenan hasil bumi seperti kopi, lada, cengkeh, tapioka dan sebagainya.
Tahun 1943 perusahaan dipindahkan ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasuma Shokai, karena pada saat itu Indonesia tengah berada dalam kekuasaan Jepang. Firma Bakrie & Brothers kemudian berubah menjadi CV Bakrie & Brothers dan mulai merintis hubungan dagang dengan Singapura. CV Bakrie & Brothers kemudian berubah menjadi NV Bakrie & Brothers.
Sepanjang tahun 40-an itu, Achmad mulai menjalin hubungan kerjasama dagang dengan Eropa dan Amerika Serikat, mulai dari ekspor lada, kopi dan lainnya. Kemudian, beberapa bidang usaha lain pun mulai dirambah, seperti pabrik penggilingan padi di Batanghari, Lampung; pabrik pipa baja Talang Tirta, Cemara Tranding Company Limited di Hong Kong, dan pabrik crumb rubber di Palembang.
Nv Bakrie & Brothers lantas mengubah bentuk hukum perusahaan menjadi PT Bakrie & Brothers. Usaha insustri baja, logam, konstruksi dan suku cadang kemudian mulai dikembangkan dan diperluas, termasuk meresmikan pabrik pipa baja untuk air dan gas di Jakarta.
Langkah usaha kemudian dilanjutkan dengan mendirikan PT Bakrie Tubemakers yang memproduksi Malleable Cast Iron Fittings, Valves dan General Castings yang kemudian menjadi PT Bakrie Tosanjaya. Lantas, Yayasan Achmad Bakrie didirikan, bergerak di bidang sosial dan pendidikan.
70 Tahun Kelompok Usaha Bakrie
Achmad Bakrie lahir pada tahun 1916. Beberapa tahun setelah menginjak dewasa, Achmad muda bersama kakak kandungnya, Abuyamin, mendirikan Firma Bakrie & Brothers General Merchant and Commision Agent pada 10 Februari 1942 di Teluk Bitung. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan atau perdagangan umum dan keagenan hasil bumi seperti kopi, lada, cengkeh, tapioka dan sebagainya.
Tahun 1943 perusahaan dipindahkan ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasuma Shokai, karena pada saat itu Indonesia tengah berada dalam kekuasaan Jepang. Firma Bakrie & Brothers kemudian berubah menjadi CV Bakrie & Brothers dan mulai merintis hubungan dagang dengan Singapura. CV Bakrie & Brothers kemudian berubah menjadi NV Bakrie & Brothers.
Sepanjang tahun 40-an itu, Achmad mulai menjalin hubungan kerjasama dagang dengan Eropa dan Amerika Serikat, mulai dari ekspor lada, kopi dan lainnya. Kemudian, beberapa bidang usaha lain pun mulai dirambah, seperti pabrik penggilingan padi di Batanghari, Lampung; pabrik pipa baja Talang Tirta, Cemara Tranding Company Limited di Hong Kong, dan pabrik crumb rubber di Palembang.
Nv Bakrie & Brothers lantas mengubah bentuk hukum perusahaan menjadi PT Bakrie & Brothers. Usaha insustri baja, logam, konstruksi dan suku cadang kemudian mulai dikembangkan dan diperluas, termasuk meresmikan pabrik pipa baja untuk air dan gas di Jakarta.
Langkah usaha kemudian dilanjutkan dengan mendirikan PT Bakrie Tubemakers yang memproduksi Malleable Cast Iron Fittings, Valves dan General Castings yang kemudian menjadi PT Bakrie Tosanjaya. Lantas, Yayasan Achmad Bakrie didirikan, bergerak di bidang sosial dan pendidikan.
Bakrie juga belakangan merambah ke sektor pertambangan, media, dan telekomunikasi.
Jumat, 21 Februari 2014
Siapa Bilang Tak Bisa Bisnis dengan Modal Nol
Biasanya kalau orang disarankan untuk ber wirausaha
dia selalu bilang: “Gimana mau buka usaha Pak? Modal dari mana?
Aburizal Bakrie tidak punya uang.” Padahal itu tidak benar. Membangun
usaha itu bisa dilakukan tanpa modal atau dengan modal nol. Aburizal
Bakrie sudah berkali-kali membuktikannya.
Saat memberikan kuliah umum kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Aburizal Bakrie menceritakan hal itu. Kepada anak-anak muda ini Aburizal Bakrie katakan bahwa bisnis itu modalnya bukan uang di kantong, tetapi ide. Ide bisnis yang cermerlang dan menarik lah yang menjadi modal utama.
Lalu Aburizal Bakrie mulai bercerita tentang bagaimana Aburizal Bakrie bisa membeli perusahaan untuk memulai usaha dengan uang nol rupiah di kantong. Karena audiensnya mahasiswa pertanian, maka Aburizal Bakrie memberi contoh bagaimana Aburizal Bakrie memulai usaha perkebunan dengan membeli perusahaan perkebunan.
Aburizal Bakrie ingat dulu Aburizal Bakrie ingin sekali memiliki usaha perkebunan. Kebetulan ada perkebunan Belanda NV Hollansch Amerikansse Plantage Matschappij. Perkebunan ini mau dijual dengan harga USD55 juta. Tapi bagaimana cara mendapat uang sebanyak itu, sementara di kantong uang Aburizal Bakrie nol.
Ini tantangan bagi Aburizal Bakrie. Aburizal Bakrie putar otak. Aburizal Bakrie lihat profil perusahaan perkebunan itu, Aburizal Bakrie lihat buku perusahaan, Aburizal Bakrie pelajari baik-baik. Rupanya di dalamnya ada uang cash USD15 juta p. Aburizal Bakrie tanyakan ke orang perusahaan bagaimana jika uang cash itu diambil? Dia menjawab itu uang untuk replanting atau penanaman kembali.
Lalu Aburizal Bakrie tanya kalau penanaman kembali itu ditunda setahun bisa tidak? Dia menjawab bisa. Aburizal Bakrie tanya kembali, kalau ditundanya dua tahun? Dia menjawab bisa juga. Nah berarti ada peluang menggunakan sementara uang itu.
Kemudian Aburizal Bakrie pergi mencari uang untuk memberli perusahaan itu. Aburizal Bakrie menemui Dirut Bank Bumi Daya Pak Omar Abdallah, almarhum. Saat itu Aburizal Bakrie temui dia di London. Aburizal Bakrie katakan padanya bahwa Aburizal Bakrie ingin beli perkebunan USD55 juta.
Kepada Pak Omar Aburizal Bakrie mengatakan: “Pak boleh tidak Aburizal Bakrie meminjam USD13 juta? Aburizal Bakrie cuma mau meminjam satu detik saja.”
Pak Omar tertawa dan mengatakan ini pasti akal-akalan Aburizal Bakrie saja. Lalu dia memberi pinjaman dan harus Aburizal Bakrie kembalikan sesuai janji Aburizal Bakrie.
Padahal Aburizal Bakrie tidak punya uang sepeserpun dan harus membayar pinjaman USD13 juta itu. Lalu uangnya dari mana? Ingat, di perusahaan yang akan Aburizal Bakrie beli itu ada uang USD15 juta. Jadi setelah dapat pinjaman dan perusahaan itu jadi punya Aburizal Bakrie, Aburizal Bakrie ambil USD13 juta dan Aburizal Bakrie kembalikan ke Pak Omar.
Dari pinjam Pak Omar kan USD13 juta, lalu dari mana USD42 juta lainnya? Aburizal Bakrie juga meminjam dari bank. Tapi yang ini Aburizal Bakrie tidak pakai janji mengembalikan cepat, tapi dengan memberi iming-iming imbalan bahwa jika Aburizal Bakrie dipinjami USD42 juta, nanti Aburizal Bakrie akan memberinya keuntungan setahun USD2 juta.
Dari mana uang USD2 juta yang Aburizal Bakrie janjikan? Ingat, perusahaan yang Aburizal Bakrie beli ada uang USD15 juta. Aburizal Bakrie ambil USD13 juta untuk Pak Omar, dan sisanya ada USD2 juta. Nah, makanya Aburizal Bakrie berani menjanjikan keuntungan USD2 juta.
Akhirnya Aburizal Bakrie bisa mendapat pinjaman total USD55 juta dan membeli perusahaan tersebut. Lalu perusahaan ini kami namakan United Sumatra Plantations, dan pada 1991 berubah nama menjadi Bakrie Sumatra Plantations. Ini bukti bahwa dengan modal nol Aburizal Bakrie bisa membeli dan memulai usaha di bidang perkebunan.
Tak hanya itu, saat selesai menghadapi kebangkrutan tahun 1998, Aburizal Bakrie ingin membangun usaha energi, dalam hal ini batubara. Aburizal Bakrie pilih ini karena Aburizal Bakrie yakin ada tiga industri yang tidak akan pernah mati dan prospeknya bagus yaitu makanan, energi, dan air.
Tetapi, kendalanya Aburizal Bakrie tidak memiliki uang untuk membeli perusahaan batubara. Padahal ada yang ingin menjual dengan harga USD700 juta. Aburizal Bakrie harus kembali putar otak untuk bisa membeli perusahaan itu dengan uang nol di kantong.
Akhirnya Aburizal Bakrie beranikan diri bernegosiasi dengan pemilik perusahaan ini. Setelah deal USD 700 juta, lalu Aburizal Bakrie mencari dana untuk membelinya. Aburizal Bakrie pura - pura memiliki uang segitu, padahal di kantong tidak ada.
Aburizal Bakrie mulai dulu dengan mencari USD300 juta. Caranya Aburizal Bakrie panggil calon kontraktor. Aburizal Bakrie tanya, mau tidak jadi kontraktor perusahaan batubara Aburizal Bakrie nanti. Aburizal Bakrie janjikan pembagian keuntungan yang besar. Tapi syaratnya dia harus meminjamkan kepada Aburizal Bakrie uang terlebih dulu. Dia setuju dan meminjamkan USD60 juta. Aburizal Bakrie juga pergi ke calon pemasar dan menjanjikan dia jadi pemasar dengan syarat sama yaitu meminjamkan uang dulu. Aburizal Bakrie datangi beberapa, termasuk Mitsubishi yang akan memasarkan di Jepang. Hasilnya, Aburizal Bakrie bisa mendapatkan uang dengan total USD300 juta dari mereka.
Tapi Aburizal Bakrie masih butuh USD400 juta. Padahal saat itu bank - bank di Indonesia dilarang memberikan kredit pada kami. Lalu Aburizal Bakrie mencari kredit di luar negeri dan akhirnya mendapatkan pinjaman dari bank di Singapura. Dia bersedia memberikan kredit USD400 juta dengan syarat Aburizal Bakrie memberikan keuntungan kepadanya USD20 juta. Oke, walau berat hati tapi tidak apa-apa. Akhirnya Aburizal Bakrie terima dan Aburizal Bakrie bisa membeli perusahaan yang sekarang kita kenal sebagai Kaltim Prima Coal (KPC) itu.
Dari cerita pengalaman Aburizal Bakrie itu di temukan dua hal penting yang patut digarisbawahi dan dijadikan pegangan. Pertama, bisnis itu tidak ditentukan oleh modal atau uang, tetapi oleh ide. Buktinya, dengan modal nol Aburizal Bakrie bisa. Jadi tidak ada lagi alasan tidak mau berusaha karena tidak ada modal. Faktanya, Aburizal Bakrie dengan modal nol bisa.
Yang ke dua, terimalah kerjasama dengan orang, meski kita cuma mendapat sedikit bagi hasil. Jangan buru-buru menginginkan keuntungan besar. Yang penting bisa menemukan orang yang mau bekerjasama dengan kita - pada kasus Aburizal Bakrie, menemukan orang yang mau meminjamkan uang.
Ini penting, karena biasanya orang yang memiliki ide selalu langsung menuntut suatu yang besar. Misalnya ada mahasiswa yang punya ide bisnis, lalu dia pergi ke orang yang punya uang, dan mereka sepakat kerjasama. Tapi pemilik uang mengatakan hanya mau membagi hasil 10 persen ke mahasiswa itu. Kebanyakan orang yang ada di posisi seperti mahasiswa itu akan marah dan tidak setuju. Mereka maunya 50:50. Bagi Aburizal Bakrie, ini sikap atau pemikiran yang salah.
Kenapa salah? Karena dengan menuntut 50 persen, si pemilik uang tidak setuju, maka kerjasama tidak berhasil. Akibatnya, hasilnya nol. Jadi 50 persen kali nol hasilnya adalah nol. Sementara jika mengalah dan mau dengan 10 persen, lalu kemudian ada hasilnya 100, maka dia akan mendapatkan 10 persen dari 100 yaitu 10. Sepuluh ini tentu jauh lebih besar dari nol.
Maka, saat berbisnis atau ber wirausaha jangan pernah menghitung uang di kantong orang lain. Pikir uang di kantong kita sendiri, kantong kita bertambah tidak? Ini penting, karena banyak yang salah di fase ini. Terjebak prosentase besar yang ujungnya hanya menghasilkan nol.
Inilah pelajaran bisnis yang Aburizal Bakrie buktikan dengan pengalaman Aburizal Bakrie sendiri. Tidak hanya teori, tapi sudah Aburizal Bakrie praktekkan dan Aburizal Bakrie buktikan. Jadi, siapa bilang tak bisa memulai bisnis dengan modal nol?
Saat memberikan kuliah umum kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Aburizal Bakrie menceritakan hal itu. Kepada anak-anak muda ini Aburizal Bakrie katakan bahwa bisnis itu modalnya bukan uang di kantong, tetapi ide. Ide bisnis yang cermerlang dan menarik lah yang menjadi modal utama.
Lalu Aburizal Bakrie mulai bercerita tentang bagaimana Aburizal Bakrie bisa membeli perusahaan untuk memulai usaha dengan uang nol rupiah di kantong. Karena audiensnya mahasiswa pertanian, maka Aburizal Bakrie memberi contoh bagaimana Aburizal Bakrie memulai usaha perkebunan dengan membeli perusahaan perkebunan.
Aburizal Bakrie ingat dulu Aburizal Bakrie ingin sekali memiliki usaha perkebunan. Kebetulan ada perkebunan Belanda NV Hollansch Amerikansse Plantage Matschappij. Perkebunan ini mau dijual dengan harga USD55 juta. Tapi bagaimana cara mendapat uang sebanyak itu, sementara di kantong uang Aburizal Bakrie nol.
Ini tantangan bagi Aburizal Bakrie. Aburizal Bakrie putar otak. Aburizal Bakrie lihat profil perusahaan perkebunan itu, Aburizal Bakrie lihat buku perusahaan, Aburizal Bakrie pelajari baik-baik. Rupanya di dalamnya ada uang cash USD15 juta p. Aburizal Bakrie tanyakan ke orang perusahaan bagaimana jika uang cash itu diambil? Dia menjawab itu uang untuk replanting atau penanaman kembali.
Lalu Aburizal Bakrie tanya kalau penanaman kembali itu ditunda setahun bisa tidak? Dia menjawab bisa. Aburizal Bakrie tanya kembali, kalau ditundanya dua tahun? Dia menjawab bisa juga. Nah berarti ada peluang menggunakan sementara uang itu.
Kemudian Aburizal Bakrie pergi mencari uang untuk memberli perusahaan itu. Aburizal Bakrie menemui Dirut Bank Bumi Daya Pak Omar Abdallah, almarhum. Saat itu Aburizal Bakrie temui dia di London. Aburizal Bakrie katakan padanya bahwa Aburizal Bakrie ingin beli perkebunan USD55 juta.
Kepada Pak Omar Aburizal Bakrie mengatakan: “Pak boleh tidak Aburizal Bakrie meminjam USD13 juta? Aburizal Bakrie cuma mau meminjam satu detik saja.”
Pak Omar tertawa dan mengatakan ini pasti akal-akalan Aburizal Bakrie saja. Lalu dia memberi pinjaman dan harus Aburizal Bakrie kembalikan sesuai janji Aburizal Bakrie.
Padahal Aburizal Bakrie tidak punya uang sepeserpun dan harus membayar pinjaman USD13 juta itu. Lalu uangnya dari mana? Ingat, di perusahaan yang akan Aburizal Bakrie beli itu ada uang USD15 juta. Jadi setelah dapat pinjaman dan perusahaan itu jadi punya Aburizal Bakrie, Aburizal Bakrie ambil USD13 juta dan Aburizal Bakrie kembalikan ke Pak Omar.
Dari pinjam Pak Omar kan USD13 juta, lalu dari mana USD42 juta lainnya? Aburizal Bakrie juga meminjam dari bank. Tapi yang ini Aburizal Bakrie tidak pakai janji mengembalikan cepat, tapi dengan memberi iming-iming imbalan bahwa jika Aburizal Bakrie dipinjami USD42 juta, nanti Aburizal Bakrie akan memberinya keuntungan setahun USD2 juta.
Dari mana uang USD2 juta yang Aburizal Bakrie janjikan? Ingat, perusahaan yang Aburizal Bakrie beli ada uang USD15 juta. Aburizal Bakrie ambil USD13 juta untuk Pak Omar, dan sisanya ada USD2 juta. Nah, makanya Aburizal Bakrie berani menjanjikan keuntungan USD2 juta.
Akhirnya Aburizal Bakrie bisa mendapat pinjaman total USD55 juta dan membeli perusahaan tersebut. Lalu perusahaan ini kami namakan United Sumatra Plantations, dan pada 1991 berubah nama menjadi Bakrie Sumatra Plantations. Ini bukti bahwa dengan modal nol Aburizal Bakrie bisa membeli dan memulai usaha di bidang perkebunan.
Tak hanya itu, saat selesai menghadapi kebangkrutan tahun 1998, Aburizal Bakrie ingin membangun usaha energi, dalam hal ini batubara. Aburizal Bakrie pilih ini karena Aburizal Bakrie yakin ada tiga industri yang tidak akan pernah mati dan prospeknya bagus yaitu makanan, energi, dan air.
Tetapi, kendalanya Aburizal Bakrie tidak memiliki uang untuk membeli perusahaan batubara. Padahal ada yang ingin menjual dengan harga USD700 juta. Aburizal Bakrie harus kembali putar otak untuk bisa membeli perusahaan itu dengan uang nol di kantong.
Akhirnya Aburizal Bakrie beranikan diri bernegosiasi dengan pemilik perusahaan ini. Setelah deal USD 700 juta, lalu Aburizal Bakrie mencari dana untuk membelinya. Aburizal Bakrie pura - pura memiliki uang segitu, padahal di kantong tidak ada.
Aburizal Bakrie mulai dulu dengan mencari USD300 juta. Caranya Aburizal Bakrie panggil calon kontraktor. Aburizal Bakrie tanya, mau tidak jadi kontraktor perusahaan batubara Aburizal Bakrie nanti. Aburizal Bakrie janjikan pembagian keuntungan yang besar. Tapi syaratnya dia harus meminjamkan kepada Aburizal Bakrie uang terlebih dulu. Dia setuju dan meminjamkan USD60 juta. Aburizal Bakrie juga pergi ke calon pemasar dan menjanjikan dia jadi pemasar dengan syarat sama yaitu meminjamkan uang dulu. Aburizal Bakrie datangi beberapa, termasuk Mitsubishi yang akan memasarkan di Jepang. Hasilnya, Aburizal Bakrie bisa mendapatkan uang dengan total USD300 juta dari mereka.
Tapi Aburizal Bakrie masih butuh USD400 juta. Padahal saat itu bank - bank di Indonesia dilarang memberikan kredit pada kami. Lalu Aburizal Bakrie mencari kredit di luar negeri dan akhirnya mendapatkan pinjaman dari bank di Singapura. Dia bersedia memberikan kredit USD400 juta dengan syarat Aburizal Bakrie memberikan keuntungan kepadanya USD20 juta. Oke, walau berat hati tapi tidak apa-apa. Akhirnya Aburizal Bakrie terima dan Aburizal Bakrie bisa membeli perusahaan yang sekarang kita kenal sebagai Kaltim Prima Coal (KPC) itu.
Dari cerita pengalaman Aburizal Bakrie itu di temukan dua hal penting yang patut digarisbawahi dan dijadikan pegangan. Pertama, bisnis itu tidak ditentukan oleh modal atau uang, tetapi oleh ide. Buktinya, dengan modal nol Aburizal Bakrie bisa. Jadi tidak ada lagi alasan tidak mau berusaha karena tidak ada modal. Faktanya, Aburizal Bakrie dengan modal nol bisa.
Yang ke dua, terimalah kerjasama dengan orang, meski kita cuma mendapat sedikit bagi hasil. Jangan buru-buru menginginkan keuntungan besar. Yang penting bisa menemukan orang yang mau bekerjasama dengan kita - pada kasus Aburizal Bakrie, menemukan orang yang mau meminjamkan uang.
Ini penting, karena biasanya orang yang memiliki ide selalu langsung menuntut suatu yang besar. Misalnya ada mahasiswa yang punya ide bisnis, lalu dia pergi ke orang yang punya uang, dan mereka sepakat kerjasama. Tapi pemilik uang mengatakan hanya mau membagi hasil 10 persen ke mahasiswa itu. Kebanyakan orang yang ada di posisi seperti mahasiswa itu akan marah dan tidak setuju. Mereka maunya 50:50. Bagi Aburizal Bakrie, ini sikap atau pemikiran yang salah.
Kenapa salah? Karena dengan menuntut 50 persen, si pemilik uang tidak setuju, maka kerjasama tidak berhasil. Akibatnya, hasilnya nol. Jadi 50 persen kali nol hasilnya adalah nol. Sementara jika mengalah dan mau dengan 10 persen, lalu kemudian ada hasilnya 100, maka dia akan mendapatkan 10 persen dari 100 yaitu 10. Sepuluh ini tentu jauh lebih besar dari nol.
Maka, saat berbisnis atau ber wirausaha jangan pernah menghitung uang di kantong orang lain. Pikir uang di kantong kita sendiri, kantong kita bertambah tidak? Ini penting, karena banyak yang salah di fase ini. Terjebak prosentase besar yang ujungnya hanya menghasilkan nol.
Inilah pelajaran bisnis yang Aburizal Bakrie buktikan dengan pengalaman Aburizal Bakrie sendiri. Tidak hanya teori, tapi sudah Aburizal Bakrie praktekkan dan Aburizal Bakrie buktikan. Jadi, siapa bilang tak bisa memulai bisnis dengan modal nol?
Kamis, 20 Februari 2014
Rabu, 19 Februari 2014
Apa Arti Cotton Combed 20s, 24s, 30s, dan 40s?
Pada saat mulai memilih kaos polos, Anda akan sering dihadapkan pada istilah Cotton Combed 20s, 24s, 30s, atau 40s. Apa arti angka-angka tersebut?
Secara umum, semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Walaupun demikian, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen A bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen yang lain.
Angka 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain.
Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180 - 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 - 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 - 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 - 230 gr/m2.
Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 - 120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 - 200 gr/m2.
Huruf 's' di belakang angka menunjukkan jenis rajutan untuk bahan kaos. 's' adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutan ini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini.
Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja. Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf 'd' di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak.
Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s.
Secara umum, semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Walaupun demikian, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen A bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen yang lain.
Angka 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain.
Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180 - 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 - 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 - 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 - 230 gr/m2.
Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 - 120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 - 200 gr/m2.
Huruf 's' di belakang angka menunjukkan jenis rajutan untuk bahan kaos. 's' adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutan ini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini.
Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja. Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf 'd' di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak.
Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s.
Tiga Anak Usaha Bakrie Go Public Pada 2015
Anak usaha Grup Bakrie di sektor manufaktur tengah bersiap melepas saham
perdana ke publik. Rencananya hal tersebut akan dilakukan pada tahun
2015.
"Tadinya unit kami yang terkait manufacturing pernah ada rencana go public 2013. Tapi melihat situasi di BEI yang tidak terlalu kondusif, kami melihat windows-nya terbuka nanti," ujar Presiden Direktur PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), Bobby Gafur Umar, dalam paparan publik di Bakrie Tower, Jumat, 22 November 2013.
Dalam portofolio perusahaan, anak usaha yang dimaksud adalah PT Bakrie Building Industries (BBI), PT Bakrie Pipe Industries (BPI), dan PT Bakrie Tosanjaya. Tidak disebutkan berapa dana yang diincar perseroan dari aksi tersebut. "Kami masih pertimbangkan apakah akan IPO masing-masing atau gabungan. Misalnya, Bakrie Industries jadi satu. Itu tergantung perekonomian nanti," tutur Bobby.
Sampai dengan triwulan ketiga tahun ini, BNBR mencatatkan kinerja yang tidak menggembirakan dengan rugi bersih senilai Rp 750 miliar. Di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mengantongi laba bersih sebesar Rp 252,71 miliar. Pendapatan bersih juga turun menjadi Rp 2,93 triliun dari Rp 13,85 triliun di kuartal III 2012.
Pencapaian laba yang negatif itu disebabkan antara lain adanya rugi kurs. Per September 2012, rugi selisih kurs BNBR tercatat hanya Rp 151,01 miliar. Namun, per September 2013, rugi kurs membengkak 81,6 persen menjadi Rp 823,82 miliar. Di lain pihak, penurunan pendapatan disebabkan oleh adanya penjualan saham Bumi Plc kepada BORN pada Juni 2012 serta dekonsolidiasi unit usaha perdagangan Bakrie Petroleun di Agustus 2012.
"Tadinya unit kami yang terkait manufacturing pernah ada rencana go public 2013. Tapi melihat situasi di BEI yang tidak terlalu kondusif, kami melihat windows-nya terbuka nanti," ujar Presiden Direktur PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), Bobby Gafur Umar, dalam paparan publik di Bakrie Tower, Jumat, 22 November 2013.
Dalam portofolio perusahaan, anak usaha yang dimaksud adalah PT Bakrie Building Industries (BBI), PT Bakrie Pipe Industries (BPI), dan PT Bakrie Tosanjaya. Tidak disebutkan berapa dana yang diincar perseroan dari aksi tersebut. "Kami masih pertimbangkan apakah akan IPO masing-masing atau gabungan. Misalnya, Bakrie Industries jadi satu. Itu tergantung perekonomian nanti," tutur Bobby.
Sampai dengan triwulan ketiga tahun ini, BNBR mencatatkan kinerja yang tidak menggembirakan dengan rugi bersih senilai Rp 750 miliar. Di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mengantongi laba bersih sebesar Rp 252,71 miliar. Pendapatan bersih juga turun menjadi Rp 2,93 triliun dari Rp 13,85 triliun di kuartal III 2012.
Pencapaian laba yang negatif itu disebabkan antara lain adanya rugi kurs. Per September 2012, rugi selisih kurs BNBR tercatat hanya Rp 151,01 miliar. Namun, per September 2013, rugi kurs membengkak 81,6 persen menjadi Rp 823,82 miliar. Di lain pihak, penurunan pendapatan disebabkan oleh adanya penjualan saham Bumi Plc kepada BORN pada Juni 2012 serta dekonsolidiasi unit usaha perdagangan Bakrie Petroleun di Agustus 2012.
Senin, 17 Februari 2014
Merek-merek Baju Terkenal Dan Terpopuler Di Dunia
Mode selalu berubah dan pakaian merek
untuk bertahan hidup harus mengikuti tren fashion terbaru dan desain.
Orang yang suka membeli fashion terbaru dan mana lagi bisa satu
pembelian pakaian trendi, tetapi di
sebuah toko pakaian. High end merek pakaian terkenal yang banyak
diminati dan alasan mereka telah sukses adalah kombinasi dari desain
yang besar, pengerjaan yang sempurna, kualitas tinggi dan perhatian
cermat terhadap detail. Merek pakaian paling terkenal biasanya memiliki
tim perancang busana
berbakat in-house yang mempelajari tren terbaru dan gaya, dan pakaian
sesuai desain. Beberapa merek high end pakaian bahkan memiliki desainer
mode besar yang merancang khusus untuk merek. Cara lain bahwa merek
pakaian menjadi terkenal adalah dengan mengasosiasikan dirinya dengan
aktris terkenal atau bintang. Di sini kita akan membahas merek pakaian
paling terkenal di dunia.
Daftar Merek Terkenal Pakaian
Di sini kami akan memberikan daftar merek terkenal di dunia yang populer di kalangan orang-orang yang sadar mode. Pertama adalah daftar merek-merek high end pakaian terkenal yang dikenal karena gaya mereka sempurna, dan desain dan berkaitan dengan desainer terkenal di dunia.
Daftar Merek Terkenal Dan Terpopuler Dikalangan Fashion Rancangan Desainer Terkenal Dunia
Berikut adalah daftar brand fashion ternama dan terkenal.
- Balenciaga
- Armani Exchange
- Miu Miu
- Gucci
- Givenchy
- Versace
- Burberry
- Dolce dan Gabbana
- Chanel
- DKNY (Donna Karen New York)
- Calvin Klein
- Hugo Boss
- Max Mara
- Marc Jacobs
- Moschino
- Ralph Lauren
- Roberto Cavalli
- Moschino
- Valentino
- Vera Wang
- Miss Sixty
- Oscar de la Renta
- Juicy Couture
- Elie Saab
- Yves St Laurent
- Tommy Hilfiger
- Kira
- Dior
- Hermes
- Anna Sui
- Blumarine
- Bottega Veneta
- Chloe
- Christian Lacroix
- Lanvin Paris
- Max Azria
- Salvatore Feragamo
- Stella McCartney
- Emilio Pucci
- Vivienne Westwood
- Nina Ricci
- Marios Schwab
- Fendi
- Carolina Herrera
- Emanuel Ungaro
- Prada
- Chloe
Merek ini terkenal tinggi akhir pakaian yang mahal dan Anda dapat melihat sebagian besar merek-merek yang dimiliki dan dinamai setelah perancang mode terkenal yang terkait dengan mereka. Ini nama-nama merek terkenal datang dengan koleksi mereka untuk setiap musim yang ditampilkan pada semua landasan pacu fashion utama sekitar seminggu. Ini adalah merek dan rumah-rumah mode yang harus diperhatikan dalam setiap pekan mode.
Langganan:
Postingan (Atom)



